Rabu, 24 Oktober 2012

Mitos Tentang Es Krim

Tahu es krim khan..?? Yang bentuknya kayak gini lho..
Banyak mitos tentang es krim, contohnya kita bisa gemuk kalo makan es krim kebanyakan atau bisa sakit kalo kebanyakan makan es krim..
Nah.. Betul atau tidak mitos ini..? Simak ya..



Mitos: Es Krim Penyebab Kegemukan.
Fakta :
Kegemukan disebabkan oleh energi dan lemak yang berlebihan serta kurang aktivitas fisik karena kebiasaan makan yang kurang baik atau faktor keturunan. Sementara itu, kontribusi energi dan lemak dalam es krim per takaran saji sangat kecil, yaitu sekitar 10 persen dari total kebutuhan energi per hari dan 15 persen dari total kebutuhan lemak per hari.
Jadi, Mitos Ini Salah



Mitos: Es Krim Menyebabkan Batuk Pilek.
Fakta :
Penyebab batuk pilek adalah karena Virus atau Alergi pada orang yang mempunyai sifat alergi bawaan.
Es krim cepat meleleh saat masuk ke dalam rongga mulut karena pengaruh suhu tubuh,
jadi saat es krim masuk ke kerongkongan, suhunya sudah tidak sedingin air es.
Jadi, Mitos Ini Salah


Mitos: Es Krim Menyebabkan Gigi Berlubang.
Fakta:
Gigi berlubang disebabkan Fermentasi sisa karbohidrat dan gula yang tertinggal pada gigi.
Mitos Ini Setengah Betul. (Karena tidak selalu)
Dianjurkan untuk :
Minum air putih, Berkumur, atau Menggosok Gigi setelah mengonsumsi makanan manis seperti es krim.


Mitos: Memakan Es Krim Terlalu Cepat Membuat Sakit Kepala.
Fakta:
Ada teori yang mengatakan bahwa sakit kepala karena es krim (Brain Freeze)
disebabkan karena pendinginan yang cepat pada sinus frontalis, yang memicu saraf nyeri lokal,
sehingga mengakibatkan penyempitan pembuluh darah di langit-langit dan belakang mulut dan aktifnya saraf nyeri dan rasa nyeri menyebar ke kepala.

*Di bagian belakang mulut terdapat pusat saraf yang disebut Sphenopalatine Ganglion,
Pusat saraf inilah penyebab dari Brain Freeze.
Jadi, Mitos Ini Benar



Mitos: Saat Sakit Jangan Makan Es Krim
Fakta:
Kadang saat sakit tubuh membutuhkan cairan, sehingga boleh saja makan es krim saat sakit, tetapi jangan terlalu banyak..
 
Baca Juga Mitos Bohong Tentang Penyakit HIV - AIDS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar