Selasa, 01 Oktober 2013

Fakta Mengenai Minuman Berperisa


Maaf udah beberapa bulan ini gak posting, lagi kebanyakan tugas + komputer diperbaiki.
Jadi Mati Suri dulu.. :D

Ok. Minuman berperisa buah-buahan memang tampak menggiurkan dengan warnanya yang tampak menarik, Merah untuk rasa stroberi, hijau untuk rasa melon/apel, kuning untuk rasa Jeruk.
Tapi Tahukah Kalian nutrisi apa saja yang terkandung dalam ‘minuman diatas’ itu?
Apakah terkandung nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh seperti protein, vitamin, dan mineral?

Berikut 7 Fakta mengenai Minuman Berperisa :

1. Secara harafiah minuman berperisa merupakan campuran:
air, gula, pewarna, pengawet, dan perasa buah-buahan.

2. Terkadang ditambahkan vitamin (sintetik) contoh vitamin C (asam askorbat) untuk memperkaya kandungan.

3. Tinggi gula, tinggi kalori, dan dapat menjadi salah satu penyebab kegemukan dan diabetes. Berhati-hatilah terhadap bahaya ini bila Anda terlalu sering mengonsumsi Minuman Tersebut.

4. Berbeda dengan yoghurt atau susu beperisa buah-buahan, susu murni sebagai bahan utama merupakan bahan minuman bernutrisi yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral. Perisa buah-buahan hanya merupakan pelengkap untuk menambah variasi rasa. Bila Anda memang suka dengan minuman berperisa buah, mengonsumsi susu atau yogurt berperisa buah jauh lebih menyehatkan daripada mengonsumsi minuman berperisa.

5. Periksa selalu kalori yang tertera dalam kemasan. Biasanya 1 botol (600ml) minuman berperisa memiliki kisaran kalori 150-250 kalori. Pembedanya hanya jumlah gula yang digunakan. Semakin kental dan manis, kalori yang terkandung semakin besar.

6. Zat aditif seperti perisa buah-buahan, pewarna, dan pengawet juga akan membahayakan tubuh apabila dikonsumsi setiap hari. Zat tersebut sulit diekskresikan (dikeluarkan) dari dalam tubuh, dan apabila terdeposit dan terakumulasi, dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh.

7. Semakin banyak Kalian minum Minuman berperisa, rasa haus akan semakin terasa akibat kandungan gula yang tinggi. Hal ini tentunya akan membahayakan kesehatan Anda. Jadi, lebih baik jangan dikonsumsi setelah berolahraga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar